Senin, 23 Agustus 2010

Akhir Kesabaran Sang Suami

Diposting oleh Tirena Oktaviani di 06.49
Reaksi: 
:masih tentang malam, tentang kelam, tentang yang terbenam


"Tak apa, kau tak ada di siang ini,"

Suamiku tersenyum. Membukakan pintu kemudian
merangkulku. Aku segera meletakkan tas, pergi
ke kamar. Beriringan.

Aku mulai melepaskan pakaianku, pakaian dalamku.
Suamiku tersenyum. Dipeluknya aku dengan hangat,
seperti akar merekatkan diri kepada tanah.

"Tak apa, kau tak ada di siang ini,"

Suamiku masih menumpuk kata di bawah bantal,
sementara aku membentuk awan di kasur, berantakan.
Suamiku tersenyum. Memakaikan pakaianku kembali, kemudian pergi.


27 Juli 2010

0 komentar on "Akhir Kesabaran Sang Suami"

Posting Komentar

Akhir Kesabaran Sang Suami

Senin, 23 Agustus 2010 06.49 by Tirena Oktaviani
:masih tentang malam, tentang kelam, tentang yang terbenam


"Tak apa, kau tak ada di siang ini,"

Suamiku tersenyum. Membukakan pintu kemudian
merangkulku. Aku segera meletakkan tas, pergi
ke kamar. Beriringan.

Aku mulai melepaskan pakaianku, pakaian dalamku.
Suamiku tersenyum. Dipeluknya aku dengan hangat,
seperti akar merekatkan diri kepada tanah.

"Tak apa, kau tak ada di siang ini,"

Suamiku masih menumpuk kata di bawah bantal,
sementara aku membentuk awan di kasur, berantakan.
Suamiku tersenyum. Memakaikan pakaianku kembali, kemudian pergi.


27 Juli 2010

0 Response to "Akhir Kesabaran Sang Suami"

Posting Komentar

 

catatan kecil liku lika Copyright © 2009 Paper Girl is Designed by Ipietoon Sponsored by Online Business Journal