aku lihat kau di pikiranku
sesa(a)t
sebelum semua pergi
aku rasa jantung terhenti
terkulai
mati?
Sekre Himasa Jatinangor, 11 April 2010
Senin, 23 Agustus 2010
Lelaki Penjaja Senyum
akh! apa yang tersirat ternyata
lebih dahsyat dari hatiku,
lebih dahsyat dari hatiku,
yang tersayat
21 Januari 2010
21 Januari 2010
Pesisir
hei Rizal!
lekas jemput aku di pesisir
bawa perempuan itu
kembalikan pada pesisir
iring aku menggantikan dia
2010
bawa perempuan itu
kembalikan pada pesisir
iring aku menggantikan dia
2010
Ayah...
Aku masih ingat,
Ayah sesak napas
Kalut mencegat
Sampai sembuh lalu tidur pulas
Sampai sekarang aku ingin minggat
Dari malam yang, masih membuat lemas
Melihat Ia tertidur padat. selalu
Membuat trauma akan akhir napas
Bandung, 22 Januari 2010
Ayah sesak napas
Kalut mencegat
Sampai sembuh lalu tidur pulas
Sampai sekarang aku ingin minggat
Dari malam yang, masih membuat lemas
Melihat Ia tertidur padat. selalu
Membuat trauma akan akhir napas
Bandung, 22 Januari 2010
Pahami
: Adi Ramdhani
Aku tahu engkau sedang rapuh, hati
Tapi lihat air terjun
Berapa kilo air melimpah
Apa akan rapuh karena air?
Pahami.
Kamarku, 28 Januari 2010
Aku tahu engkau sedang rapuh, hati
Tapi lihat air terjun
Berapa kilo air melimpah
Apa akan rapuh karena air?
Pahami.
Kamarku, 28 Januari 2010
Bukan Main
bukan main lelah menunggu
sendiri, aku mengelilingi lantai dasar gedung berumur
kulewati 1 ubin
ada puntung di situ
hentak per hentak
"puisiku, hati"
"aku tak mau puisi penuh carut"
"cape aku, hati"
"aku tetap saja begini"
terus saja ramai hatiku
seperti banyak orang lalu lalang
kembali, aku melewati lantai berpuntung
"aku akan tersenyum setelah melewati lantai berpuntung yang kedua kali"
terus saja hatiku bergumam, cemas
ternyata masih samar
"jangan kosong,hati jangan"
beriringan, sekarang
aku dan kamu melewati lantai berpuntung lagi
"ya, kali ini semoga sudah jelas"
malah diam,
kembali berkeliling
melewati lantai berpuntung
kemudian diam lagi
berkeliling
melewati lantai berpuntung
kemudian diam lagi
berkeliling
melewati lantai berpuntung
kemudian diam lagi
akh!
bunuh saja aku
Bandung, Februari
sendiri, aku mengelilingi lantai dasar gedung berumur
kulewati 1 ubin
ada puntung di situ
hentak per hentak
"puisiku, hati"
"aku tak mau puisi penuh carut"
"cape aku, hati"
"aku tetap saja begini"
terus saja ramai hatiku
seperti banyak orang lalu lalang
kembali, aku melewati lantai berpuntung
"aku akan tersenyum setelah melewati lantai berpuntung yang kedua kali"
terus saja hatiku bergumam, cemas
ternyata masih samar
"jangan kosong,hati jangan"
beriringan, sekarang
aku dan kamu melewati lantai berpuntung lagi
"ya, kali ini semoga sudah jelas"
malah diam,
kembali berkeliling
melewati lantai berpuntung
kemudian diam lagi
berkeliling
melewati lantai berpuntung
kemudian diam lagi
berkeliling
melewati lantai berpuntung
kemudian diam lagi
akh!
bunuh saja aku
Bandung, Februari
Mungkin
seorang wanita indah
bertanya padamu
dalam hati
dengan dongkol
tanpa mengerti
rasa apa di hati
seorang wanita indah
menaiki gubuk di hati
tanpa tau
ditambah sadar
seorang wanita indah
berupa berlian
malaikat
putri di kerajaan gubuk hatimu
seorang wanita indah
itu dia,
kasihmu.
bertanya padamu
dalam hati
dengan dongkol
tanpa mengerti
rasa apa di hati
seorang wanita indah
menaiki gubuk di hati
tanpa tau
ditambah sadar
seorang wanita indah
berupa berlian
malaikat
putri di kerajaan gubuk hatimu
seorang wanita indah
itu dia,
kasihmu.
2010
Langganan:
Postingan (Atom)
aku lihat kau di pikiranku
sesa(a)t
sebelum semua pergi
aku rasa jantung terhenti
terkulai
mati?
Sekre Himasa Jatinangor, 11 April 2010
sesa(a)t
sebelum semua pergi
aku rasa jantung terhenti
terkulai
mati?
Sekre Himasa Jatinangor, 11 April 2010
Lelaki Penjaja Senyum
06.15
by Tirena Oktaviani
0
komentar
Pesisir
06.14
by Tirena Oktaviani
0
komentar
hei Rizal!
lekas jemput aku di pesisir
bawa perempuan itu
kembalikan pada pesisir
iring aku menggantikan dia
2010
bawa perempuan itu
kembalikan pada pesisir
iring aku menggantikan dia
2010
Ayah...
06.13
by Tirena Oktaviani
0
komentar
Aku masih ingat,
Ayah sesak napas
Kalut mencegat
Sampai sembuh lalu tidur pulas
Sampai sekarang aku ingin minggat
Dari malam yang, masih membuat lemas
Melihat Ia tertidur padat. selalu
Membuat trauma akan akhir napas
Bandung, 22 Januari 2010
Ayah sesak napas
Kalut mencegat
Sampai sembuh lalu tidur pulas
Sampai sekarang aku ingin minggat
Dari malam yang, masih membuat lemas
Melihat Ia tertidur padat. selalu
Membuat trauma akan akhir napas
Bandung, 22 Januari 2010
Pahami
06.13
by Tirena Oktaviani
0
komentar
: Adi Ramdhani
Aku tahu engkau sedang rapuh, hati
Tapi lihat air terjun
Berapa kilo air melimpah
Apa akan rapuh karena air?
Pahami.
Kamarku, 28 Januari 2010
Aku tahu engkau sedang rapuh, hati
Tapi lihat air terjun
Berapa kilo air melimpah
Apa akan rapuh karena air?
Pahami.
Kamarku, 28 Januari 2010
Bukan Main
06.11
by Tirena Oktaviani
0
komentar
bukan main lelah menunggu
sendiri, aku mengelilingi lantai dasar gedung berumur
kulewati 1 ubin
ada puntung di situ
hentak per hentak
"puisiku, hati"
"aku tak mau puisi penuh carut"
"cape aku, hati"
"aku tetap saja begini"
terus saja ramai hatiku
seperti banyak orang lalu lalang
kembali, aku melewati lantai berpuntung
"aku akan tersenyum setelah melewati lantai berpuntung yang kedua kali"
terus saja hatiku bergumam, cemas
ternyata masih samar
"jangan kosong,hati jangan"
beriringan, sekarang
aku dan kamu melewati lantai berpuntung lagi
"ya, kali ini semoga sudah jelas"
malah diam,
kembali berkeliling
melewati lantai berpuntung
kemudian diam lagi
berkeliling
melewati lantai berpuntung
kemudian diam lagi
berkeliling
melewati lantai berpuntung
kemudian diam lagi
akh!
bunuh saja aku
Bandung, Februari
sendiri, aku mengelilingi lantai dasar gedung berumur
kulewati 1 ubin
ada puntung di situ
hentak per hentak
"puisiku, hati"
"aku tak mau puisi penuh carut"
"cape aku, hati"
"aku tetap saja begini"
terus saja ramai hatiku
seperti banyak orang lalu lalang
kembali, aku melewati lantai berpuntung
"aku akan tersenyum setelah melewati lantai berpuntung yang kedua kali"
terus saja hatiku bergumam, cemas
ternyata masih samar
"jangan kosong,hati jangan"
beriringan, sekarang
aku dan kamu melewati lantai berpuntung lagi
"ya, kali ini semoga sudah jelas"
malah diam,
kembali berkeliling
melewati lantai berpuntung
kemudian diam lagi
berkeliling
melewati lantai berpuntung
kemudian diam lagi
berkeliling
melewati lantai berpuntung
kemudian diam lagi
akh!
bunuh saja aku
Bandung, Februari
Mungkin
06.10
by Tirena Oktaviani
0
komentar
Langganan:
Postingan (Atom)


