Pages

Senin, 23 Agustus 2010

Mengapa Sesa(a)t?

Diposting oleh Tirena Oktaviani di 06.17 0 komentar
aku lihat kau di pikiranku
sesa(a)t
sebelum semua pergi

aku rasa jantung terhenti
terkulai
mati?

Sekre Himasa Jatinangor, 11 April 2010

Lelaki Penjaja Senyum

Diposting oleh Tirena Oktaviani di 06.15 0 komentar
akh! apa yang tersirat ternyata
lebih dahsyat dari hatiku,
yang tersayat

21 Januari 2010

Pesisir

Diposting oleh Tirena Oktaviani di 06.14 0 komentar
hei
Rizal!
lekas jemput aku di pesisir
bawa perempuan itu
kembalikan pada pesisir
iring aku menggantikan dia
2010

Ayah...

Diposting oleh Tirena Oktaviani di 06.13 0 komentar
Aku masih ingat,
Ayah sesak napas
Kalut mencegat
Sampai sembuh lalu tidur pulas

Sampai sekarang aku ingin minggat
Dari malam yang, masih membuat lemas
Melihat Ia tertidur padat. selalu
Membuat trauma akan akhir napas

Bandung, 22 Januari 2010

Pahami

Diposting oleh Tirena Oktaviani di 06.13 0 komentar
: Adi Ramdhani

Aku tahu engkau sedang rapuh, hati
Tapi lihat air terjun
Berapa kilo air melimpah
Apa akan rapuh karena air?

Pahami.


Kamarku, 28 Januari 2010

Bukan Main

Diposting oleh Tirena Oktaviani di 06.11 0 komentar
bukan main lelah menunggu

sendiri, aku mengelilingi lantai dasar gedung berumur
kulewati 1 ubin
ada puntung di situ

hentak per hentak

"puisiku, hati"
"aku tak mau puisi penuh carut"
"cape aku, hati"
"aku tetap saja begini"

terus saja ramai hatiku
seperti banyak orang lalu lalang

kembali, aku melewati lantai berpuntung
"aku akan tersenyum setelah melewati lantai berpuntung yang kedua kali"
terus saja hatiku bergumam, cemas

ternyata masih samar
"jangan kosong,hati jangan"

beriringan, sekarang
aku dan kamu melewati lantai berpuntung lagi
"ya, kali ini semoga sudah jelas"

malah diam,
kembali berkeliling
melewati lantai berpuntung
kemudian diam lagi
berkeliling
melewati lantai berpuntung
kemudian diam lagi
berkeliling
melewati lantai berpuntung
kemudian diam lagi

akh!
bunuh saja aku

Bandung, Februari

Mungkin

Diposting oleh Tirena Oktaviani di 06.10 0 komentar
seorang wanita indah
bertanya padamu
dalam hati
dengan dongkol
tanpa mengerti
rasa apa di hati

seorang wanita indah
menaiki gubuk di hati
tanpa tau
ditambah sadar

seorang wanita indah
berupa berlian
malaikat
putri di kerajaan gubuk hatimu

seorang wanita indah
itu dia,
kasihmu.

2010

Mengapa Sesa(a)t?

aku lihat kau di pikiranku
sesa(a)t
sebelum semua pergi

aku rasa jantung terhenti
terkulai
mati?

Sekre Himasa Jatinangor, 11 April 2010

Lelaki Penjaja Senyum

06.15 by Tirena Oktaviani 0 komentar
akh! apa yang tersirat ternyata
lebih dahsyat dari hatiku,
yang tersayat

21 Januari 2010

Pesisir

06.14 by Tirena Oktaviani 0 komentar
hei
Rizal!
lekas jemput aku di pesisir
bawa perempuan itu
kembalikan pada pesisir
iring aku menggantikan dia
2010

Ayah...

06.13 by Tirena Oktaviani 0 komentar
Aku masih ingat,
Ayah sesak napas
Kalut mencegat
Sampai sembuh lalu tidur pulas

Sampai sekarang aku ingin minggat
Dari malam yang, masih membuat lemas
Melihat Ia tertidur padat. selalu
Membuat trauma akan akhir napas

Bandung, 22 Januari 2010

Pahami

06.13 by Tirena Oktaviani 0 komentar
: Adi Ramdhani

Aku tahu engkau sedang rapuh, hati
Tapi lihat air terjun
Berapa kilo air melimpah
Apa akan rapuh karena air?

Pahami.


Kamarku, 28 Januari 2010

Bukan Main

06.11 by Tirena Oktaviani 0 komentar
bukan main lelah menunggu

sendiri, aku mengelilingi lantai dasar gedung berumur
kulewati 1 ubin
ada puntung di situ

hentak per hentak

"puisiku, hati"
"aku tak mau puisi penuh carut"
"cape aku, hati"
"aku tetap saja begini"

terus saja ramai hatiku
seperti banyak orang lalu lalang

kembali, aku melewati lantai berpuntung
"aku akan tersenyum setelah melewati lantai berpuntung yang kedua kali"
terus saja hatiku bergumam, cemas

ternyata masih samar
"jangan kosong,hati jangan"

beriringan, sekarang
aku dan kamu melewati lantai berpuntung lagi
"ya, kali ini semoga sudah jelas"

malah diam,
kembali berkeliling
melewati lantai berpuntung
kemudian diam lagi
berkeliling
melewati lantai berpuntung
kemudian diam lagi
berkeliling
melewati lantai berpuntung
kemudian diam lagi

akh!
bunuh saja aku

Bandung, Februari

Mungkin

06.10 by Tirena Oktaviani 0 komentar
seorang wanita indah
bertanya padamu
dalam hati
dengan dongkol
tanpa mengerti
rasa apa di hati

seorang wanita indah
menaiki gubuk di hati
tanpa tau
ditambah sadar

seorang wanita indah
berupa berlian
malaikat
putri di kerajaan gubuk hatimu

seorang wanita indah
itu dia,
kasihmu.

2010

 

catatan kecil liku lika Copyright © 2009 Paper Girl is Designed by Ipietoon Sponsored by Online Business Journal