Senin, 23 Agustus 2010

Menjelang Sore Aku Mengintipmu

Diposting oleh Tirena Oktaviani di 06.44
Reaksi: 

:Fathur Rahman


Aku telah beranjak setelah hujan berhenti

setelah tugas konyol yang belum selesai kuberikan

setelah tersampaikan sebuah pelajaran untuk sang ketua

dan tentu setelah kau datang siang hari

Kau datang di siang hari

membawa buku puisi yang kau pinjam

setelah selesai 3 hal penting : duduk

melihat

berdoa

Kau datang di siang hari

tepat saat penghuni perut menggerogot dinding lambung

dan (lagi-lagi) tepat waktu sedang tak berkawan

Di kantin itu

kau dan aku duduk berhadap-hadapan

mulai menceritakan segala jalan yang dilewati

(saat itu) kupikir kau teman yang dititipi satu napas

Kau lihat jalan kesedihanku

seperti pelangi begitu indah. Dan aku

berlari di atasnya. Coba saja kau mulai telisik

caraku melangkahkan kaki. Gestur saat mulai berlari, lalu

suara bergema di langit. Bernyanyilah aku ketika

masa lalu memainkan tarian surga, dan aku

mulai menikmati manisnya dosa-dosa

Kau terdiam, diam yang tak kosong

sampai terunut jalan indahmu

bersama puteri berkerudung putih

Kau datang di siang hari

menjelang sore aku mengintipmu

Bandung, 2010

0 komentar on "Menjelang Sore Aku Mengintipmu"

Posting Komentar

Menjelang Sore Aku Mengintipmu

Senin, 23 Agustus 2010 06.44 by Tirena Oktaviani

:Fathur Rahman


Aku telah beranjak setelah hujan berhenti

setelah tugas konyol yang belum selesai kuberikan

setelah tersampaikan sebuah pelajaran untuk sang ketua

dan tentu setelah kau datang siang hari

Kau datang di siang hari

membawa buku puisi yang kau pinjam

setelah selesai 3 hal penting : duduk

melihat

berdoa

Kau datang di siang hari

tepat saat penghuni perut menggerogot dinding lambung

dan (lagi-lagi) tepat waktu sedang tak berkawan

Di kantin itu

kau dan aku duduk berhadap-hadapan

mulai menceritakan segala jalan yang dilewati

(saat itu) kupikir kau teman yang dititipi satu napas

Kau lihat jalan kesedihanku

seperti pelangi begitu indah. Dan aku

berlari di atasnya. Coba saja kau mulai telisik

caraku melangkahkan kaki. Gestur saat mulai berlari, lalu

suara bergema di langit. Bernyanyilah aku ketika

masa lalu memainkan tarian surga, dan aku

mulai menikmati manisnya dosa-dosa

Kau terdiam, diam yang tak kosong

sampai terunut jalan indahmu

bersama puteri berkerudung putih

Kau datang di siang hari

menjelang sore aku mengintipmu

Bandung, 2010

0 Response to "Menjelang Sore Aku Mengintipmu"

Posting Komentar

 

catatan kecil liku lika Copyright © 2009 Paper Girl is Designed by Ipietoon Sponsored by Online Business Journal